Headline
Tuesday, June 28, 2016
Monday, June 27, 2016
Aman Mudik Menggunakan Motor
By tias • 11:39 PM • 0 Comments
Sudah mendekati hari raya Idul Fitri, pasti anda tidak lupa dengan tradisi mudik ke kampung halaman.
Banyak alat transportasi yang di gunakan untuk mudik ke kampung halaman, salah satu nya adalah berkendara dengan motor sendiri.
Motor adalah alat transportasi yang di favoritkan para pemudik.
Mengingat mudik merupakan perjalanan panjang dan mungkin sangan melelahkan.
Sebelum mudik, pastikan tubuh kita dengan keadaan sehat dan siap untuk berkendara dengan aman, berikut adalah tips untuk berkendara aman, dan nyaman saat mudik dengan menggunakan sepeda motor ;
1. Siapkan Mental Tubuh Sebelum kita pergi mudik, kita perlu mempersiapkan keadaan tubuh kita dalam keadaan sehat dan siap untuk berpergian jarak mungkin jauh, maka kesehatan itu adalah yang paling utama untuk berkendara dengan aman, dan yakin lah kita sanggup untuk berpergian jarak jauh.
2. Persiapkan kondisi motor Selain mempersiapkan tubuh kita, kita juga harus memastikan kondisi kendaraan yang kita akan gunakan dengan keadaan yang baik dan perlu nya kita mengecek terlebih dahulu, seperti Oli yang harus di ganti, Busi motor, Lampu utama yang memadai jangan menggunakan lampu yang dapat merugikan orang lain, Lampu seint dan Stop lamp yang juga perlu untuk komunikasi sesama kendaraan terjaga, Poros ban jangan sampai halus yang dapat membahayakan kita dan pastikan tekanan angin motor dengan cukup jangan berlebihan dan jangan kurang juga, cek juga sistem pengereman kendaraan kita, pengereman itu juga adalah salah satu yang harus kita perhatikan juga loh, dan yang terakhir jangan abaikan kaca sepion, betapa pentingnya sepion saat berkendara yang berfungsi untuk melihat keadaan yang ada di belakang kita saat berjalan, apa lagi pas disaat kita hendak belok, itu seharusnya kita cukup melirik apakah belakang sudah keadaan aman untuk belok, maka jangan abaikan kaca sepion ya.
3. Perlengkapan pengendara
Disaat akan berangkat untuk mudik, kita juga perlu melengkapi diri dengan perlengkapan yang safety, agar kita tetap dengan keadaan sehat juga dan agar tidak mengganggu perjalanan kita. kita perlu persiapkan beberapa perlengkapan seperti berikut :
>Helm Ber-SNI : Helm adalah perlengkapan Vital untuk menjaga kepala kita dari benda keras atau yang dapat membahayakan kepala kita, dan pakailah helm dengan nyaman, karena kenyamanan dapat mempengaruhi kita saat berkendara, jangan lah memakai yang sempit atau longgar, cukup lah yang pas dengan batok kepala kita.
>Jaket & sarung tangan : Jaket dan sarung tangan itu juga sangat perlu, untuk menahan rasa dingin dari udara pada saat malam hari, dan juga menahan rasa panas terik di siang hari, jangan lah pilih yang sangat tebal, cukup lah yang membuat kita nyaman pada saat berkendara, dan perlu nya kita memakai warna yang dapat terlihat oleh kendaraan lain.
>Pakai lah protector tangan dan kaki : Protector tangan atau kaki juga sebenarnya juga perlu untuk menjaga kaki kita dari benda keras atau pun batu kerikil yang dapat membahayakan kaki atau tangan kita.
>Pakai lah sepatu yang melebihi mata kaki : Pilihlah sepatu yang melebihi mata kaki kita, untuk menjaga kaki kita terkilir saat kaki turun dari motor atau saat menahan motor.
> Surat-surat Lengkap : Lengkapilah surat-surat seperti SIM, STNK, KTP untuk mengidentifikasi data lengkap diri anda saat anda pergi jarak yang jauh.
4. Bawaan atau barang untuk mudik : Barang atau bawaan perlengkapan disana mungkin sangat perlu seperti baju dan perlengkapan disana, jangan lah membawa barang yang sangat banyak, karena sangan mempengaruhi bobot untuk motor yang kita naiki, yang dapat mempengaruhi keseimbangan kita saat mengendarai, bawalah barang yang kita perlu saja dan packing lah dengan sangat simpel agar mempermudah membawa nya.
5. Utamakan keselamatan : utamakan lah keselamatan saat berkendara, jangan lah utamakan kecepatan, karena sanak saudara sudah menunggu di kampung halaman, tidak apalah berkendara pelan yang terpenting adalah selamat sampai tujuan, jangan lah paksakan diri untuk saat berkendara, jika badan terasa letih saat berkendara jauh dan lama, perlu lah kita istirahat untuk mengistirahat kan tubuh kita agar kesegaran atau kesehatan kita terjamin hingga sampai di tempat tujuan.
6. Alat Komunikasi : Alat komunikasi telepone atau handphone itu sangat penting karena alat komunikasi itu untuk memberi tau keadaan kita kepada keluarga atau pun dalam keadaan darurat pun kita dapat menghubungi posko atau pun yang dapat membantu kita dalam saat berkendara, yang terpenting janganlah menggunakan handphone disaat berkendara, walaupun menggunakan headphone atau headset kita seharusnya tidak lah menggunakannya saat berkendara, karena dapat mengganggu konsentrasi saat kita berkendara.
Yang terpenting adalah ingatlah jangan lah utama kan kecepatan tetapi utamakan lah keselamatan dalam berkendara, dan sampailah dengan selamat sampai tujuan, KEEP SAFETY RIDING
Semoga bermanfaat untuk mudik nanti ^_^
3 Cara Jitu Lenyapkan Kantung Mata dalam 5 Menit
By tias • 10:46 PM • 1 Comments
Wajah menjadi salah satu faktor yang membuat wanita percaya diri. Adanya masalah pada wajah tentunya akan membuat Anda panik. Begitu juga halnya dengan kantung mata. Bila sampai terjadi permasalahan seperti kantung mata menggelap dan terlihat bengkak, maka hal ini akan sangat mengganggu penampilan. Seperti yang dilansir dari situs Boldsky, Rabu (11/5/2016) berikut beauty tips menghilangkan kantung mata dalam sekejap.
1. Masker Ketimun
Jika Anda memiliki permasalahan pada daerah bawah mata, namun dalam intensitas yang masih ringan, Anda dapat meredakannya dengan perawatan rutin menggunakan masker ketimun. Lakukan seminggu sekali secara rutin. Masker ini juga dapat membantu menyegarkan wajah Anda setelah padatnya aktivitas yang Anda selama seminggu.
2. Masker Lemon
Selain ketimun, Anda juga dapat menggunakan lemon sebagai masker untuk menghilangkan kantung mata. Oleskan perasan lemon ke bagian bawah mata. Lakukan secara hati-hati agar tidak mengenai mata. Anda dapat melihat hasilnya setelah rutin dilakukan setiap hari selama satu hingga tingga minggu.
3. Menggunakan Sendok
Cara lainnya yang dapat Anda lakukan untuk menghilangkan kantung mata yaitu menggunakan sendok besi. Anda dapat memasukkan sendok besi ke dalam kulkas dan membiarkan hingga dingin. Selanjutnya tempelkan bagian cekung sendok ke bagian mata Anda dan biarkan beberapa saat. Anda akan mendapatkan mata yang jauh lebih segar di pagi harinya dan bebas kantung mata.
Sumber : Liputan6.com, Jakarta
Kunci Jaga Stamina Saat Mengemudi ke Kampung Halaman
By tias • 10:34 PM • 0 Comments
Hari raya Idul Fitri semakin dekat. Warga Ibu Kota menyambutnya dengan bersilaturahmi dengan sanak saudara ke kampung halaman.
Perjalanan mudik dengan menempuh jarak jauh tentunya membutuhkan kondisi fisik yang prima, terlebih bila Anda membawa kendaraan sendiri. Maka dari itu, Anda yang bertugas mengemudi wajib dalam kondisi bugar selama perjalanan.
Doddy Permadi, dokter dari Graha Medika Asuransi Astra menjelaskan bila pengemudi wajib tidur selama lima jam sebelum perjalanan. Adapun persiapan barang-barang bisa dilakukan oleh istri atau orang yang tidak bertugas mengemudi.
Lebih lanjut, ia menekankan kepada para peserta mudik agar tidak memaksakan diriterus mengemudi agar lebih cepat sampai tujuan. Ia menyarankan untuk istirahat sejenak apabila telah mengemudi selama tiga jam dan bisa memanfaatkan posko mudik."Minimal tidur lima jam sebelum perjalanan. Barang-barang bisa disiapkan istri, karena suami harus cukup istirahat untuk nyetir," katanya saat pelepasan komunitas di Daihatsu Sahabat Mudik, belum lama ini.
"Kemampuan seseorang nyetir nonstop selama tiga jam. Setelah tiga jam, berhenti sebentar lakukan stretching ringan supaya aliran darah lancar," katanya.
Sumber : Liputan6.com, Jakarta
Friday, June 24, 2016
Repotnya jadi fotografer di jaman modern
By tias • 12:31 AM • 0 Comments
by ERWIN MULYADI on SEPTEMBER 23, 2015
Dulu jadi fotogafer itu repot. Mulai urusan memilih film (ASA dan jumlah isinya), tidak bisa tahu hasilnya sebelum dicetak, dan minim referensi untuk belajar. Jadi fotografer di jaman sekarang jauh lebih enak, kamera sudah canggih, fotonya bisa langsung dilihat, bisa diedit dan mudah untuk berbagi. Kini siapapun jadi fotografer, bahkan dengan kamera ponsel saja sudah bisa merasa jadi fotografer. Benarkah demikian? Lalu kenapa judul artikel ini malah mengatakan jadi fotografer jaman sekarang itu repot? Mari kita simak bersama mengapa.
Cobalah untuk kembali memikirkan apa esensi dari fotografi, tanpa embel-embel digital. Dari dulu fotografi itu secara esensial adalah seni mengambil gambar dengan cahaya. Disini pada dasarnya kita perlu menguasai pemahaman tentang fundamental fotografi yaitu eksposur, yang menjadi acuan foto yang pas, over atau under. Paham eksposur saja belum aman, perlu diketahui bahwa fotografi dari dulu juga berkaitan dengan menangkap momen, timing dan waktu terbaik untuk memotret.
Seringkali dalam foto kita ingin bercerita tentang sesuatu, maka berlatih mendapat foto di momen yang tepat perlu refleks, pengalaman, intuisi juga keberuntungan. Fotografi landscape juga perlu memikirkan waktu yang ideal untuk dapat cahaya yang diinginkan. Hal mendasar lain dalam fotografi adalah memahami jarak fokus dan mengatur ruang tajam (dan mendapatkan bokeh), dahulu bahkan lensa masih manual fokus tapi fotografernya dituntut harus bisa menguasai tekniknya supaya tidak buang-buang film akibat fotonya tidak fokus.
Di jaman digital seperti sekarang, hal-hal diatas tetap perlu dikuasai oleh kita, walau kamera sekarang tentu sudah serba otomatis, seperti auto eksposur dan auto fokus. Sayangnya saat kita ingin memahami cara kerja kamera modern malah bisa jadi pusing sendiri karena banyaknya setting/menu kamera dan buku manual yang tidak mudah dipahami. Padahal untuk memaksimalkan kamera kita (walau kamera kita sudah otomatis), kita tetap perlu memahami tentang berbagai setting, semisal metering dan auto fokus (termasuk servo fokus dan memilih titik/area fokus). Setiap kebutuhan foto pun bisa jadi perlu setting yang berbeda, misal untuk foto aksi atau liputan kita perlu set auto fokus ke kontinu servo, dan drive mode ke shoot kontinu juga. Tapi untuk kebutuhan foto landscape kita cukup single servo AF dan drive bisa pakai self timer 2 detik. Ini saja sudah memusingkan kan?
Saya ingin kembali ke fundamental yang tadi dibahas. Anda tentu sering melihat foto yang bagus, baik dalam bentuk cetak maupun di internet. Apa yang membuat anda menilai foto itu bagus? Menurut teori fotografi untuk mendapat foto yang bagus tentu perlu memperhatikan berbagai aspek (sesuai tujuan fotografinya) seperti pemilihan subyek utama, komposisi (dan pemilihan fokal lensa), angle kamera dan juga kejelian fotografernya dalam melihat. Hal ini diistilahkan art of seeing, atau vision. Fotografer juga perlu jeli melihat arah cahaya, warna, momen dan tentunya komposisi yang menarik. Lebih lanjut lagi tuntutan tambahan adalah perlu bisa berimajinasi sehingga bisa membayangkan bentuk, skala, persepektif hingga cerita dalam foto yang ingin diambilnya. Itulah alasannya mengapa, kadang-kadang kita menemukan ada orang yang dengan kamera biasa saja bisa mengambil foto yang enak dilihat.

Walau dalam ukuran kecil tapi dari foto ini kita bisa melihat cerita, komposisi, warna dan perspektif
Sejatinya saat semua hal-hal yang saya sebutkan diatas bisa dikuasai, maka foto kita walaupun berukuran kecil, misal di cetak kecil (4R) atau resolusi kecil untuk website/sosmed (misal ukuran 800×600 piksel) pun tidak masalah, foto yang bagus akan tetap terlihat bagus. Nah repotnya disini, kamera digital modern sudah punya sensor dengan jumlah piksel (terlalu) banyak. Kenapa repot? Karena makin banyak piksel, walau artinya fotonya makin detail, juga perlu diimbangi dengan disiplin teknik memotret yang lebih tinggi. Di jaman sekarang fotografer jadi tambah repot dengan harus ekstra memikirkan hal-hal yang dulu bahkan tidak terbayang, misal soal megapiksel ini. Intinya bila kita cetak foto ukuran besar dengan megapiksel banyak, beberapa kekurangan teknis yang tadinya bisa dimaafkan jadi semakin terlihat jelas dan bisa jadi agak mengganggu.
Apa saja contohnya? Misal yang paling sederhana adalah noise yang terlihat di ISO tinggi. Di ukuran yang kecil memang noise tidak terlalu terlihat, tapi begitu cetak besar atau kita lihat di monitor yang besar, noise jadi tampak jelas. Lalu stabilitas saat memotret jadi semakin penting. Bila kamera sedikit goyang saat foto diambil, akan menjadi terlihat jelas ada shake di hasil fotonya kalau kita pakai kamera yang megapikselnya amat banyak (diatas 24 MP). Jadi disini tantangannya kita harus dapat foto yang termasuk sharp, bukan sekedar acceptable sharp. Dukungan fitur stabilizer (IS/VR dsb) dan tripod jadi lebih penting disini. Belum lagi saat berurusan dengan kontras tinggi, kita mesti mengerti keterbatasandynamic range dari sensor kamera, berapa bit file RAW-nya dan apa dampaknya pada foto kita.
Hal lain yang perlu diperhatikan oleh fotografer modern khususnya saat mencetak foto ukuran besar adalah bisa muncul kekurangan foto digital yang berkaitan dengan proses kamera dalam mengolah file JPG, seperti kompresi JPG yang bila terlalu tinggi membuat foto jadi kasar, munculposterisation dan artefak yang mengganggu. Lalu bila di kamera ada fitur penyeimbang kontras dan fitur ini diaktifkan, kamera cenderung menerangkan daerah gelap/shadow dan ini juga berpotensi muncul noise. Memotret dengan RAW memang bisa membantu memaksimalkan hasil foto, tapi juga menambah langkah kerja fotografer jaman sekarang. Belum lagi kalau editingnya terlalu berlebihan, malah fotonya bisa terlalu tajam sampai muncul halo atau malah hasil fotonya jadi tampak aneh.
Satu hal baik yang membuat fotografer jaman sekarang sangat terbantu adalah meningkatnya kualitas optik lensa modern. Lensa jaman sekarang dengan variasi harga yang beragam umumnya sudah memiliki ketajaman yang baik hingga sangat baik. Tapi juga adakalanya lensa punya kekurangan yang bisa terlihat kalau kita cetak besar, seperti chromatic abberation, corner softness, dan difraksi bila pakai bukaan kecil. Apalagi tidak semua lensa mampu mengimbangi peningkatan megapiksel di kamera sehingga tidak didapat ketajaman maksimal yang diinginkan.
Kesimpulan
Jadi apa kesimpulan dari tulisan ini? Ya bahwasanya fotografi itu menyenangkan itu betul, tapi juga perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik tentang alatnya, tentang teori dasar fotografi dan juga tentang teknik fotonya. Ditambah lagi fotografer modern sedikit banyak perlu mengenal juga tentang dunia komputer seperti bahasan tentang JPG, kompresi, megabyte juga mengerti prinsip editing di komputer dengan segala pengaturannya.
Sebagai langkah awal kita perlu berlatih untuk menguasai :
- alat yang ada, tidak perlu terlalu terobsesi mengejar alat yang paling canggih dan mahal, prinsipnya gear is good but.. vision is better
- seni dan vision dalam fotografi, seperti memilih PoI, komposisi, angle, perspektif, timing dsb
- teknik dasar fotografi, seperti fokus yang pas, membuat latar belakang blur, mengatur warna
dan bila kita ingin tantangan lebih atau untuk komersil, misal akan cetak besar atau menampilkan foto di layar ukuran besar (yang mana sedikit saja kekurangan bakal semakin terlihat), maka selain penguasaan teknik (memotret dan editing) yang pelu ditingkatkan, juga faktor gear mulai menentukan peran, seperti kamera dengan ISO tinggi yang rendah noise, atau lensa berkualitas tinggi guna :
- memaksimalkan ketajaman foto (ultimate sharpness)
- memaksimalkan kualitas hasil foto (dynamic range, clarity, low noise dsb)
- mendapatkan akurasi warna (custom WB, kalibrasi monitor)
- mencegah terlalu dipaksakan di post processing (over sharpen, over contrast dsb)
Jadi bagaimana? Tidak mudah juga ya jalan untuk bisa mendapat foto yang bagus.. Tapi jangan kecil hati, di infofotografi kami selalu siap memberi bimbingan sesuai kebutuhan masing-masing, mulai dari mengenal fitur kamera, memahami dasar fotografi, menguasai (mastering) teknik dan seni fotografi, editing foto dengan Lightroom atau Photoshop hingga tur/mentoring fotografi yang edukatif.
Rekomendasi Kamera Digital
By tias • 12:13 AM • 0 Comments
Inilah halaman khusus sebagai panduan pembaca dalam memilih kamera digital. Halaman ini akan diupdate secara berkala. Daftar kamera di rekomendasi ini kami susun berdasarkan kelompok harga.
Harga 4-6 juta rupiah
Rentang harga 4-6 juta rupiah adalah kisaran harga minimum untuk mendapatkan sebuah sistem kamera, dan di kisaran ini biasanya banyak dicari orang karena murahnya. Kabar baiknya, karena kualitas hasil foto kamera modern pada umumnya sudah baik, maka kamera di kisaran 4-6 juta rupiah pun hasil fotonya sudah oke (tergantung ukuran sensornya juga). Adapun pilihan produk yang ada diantaranya :
- Canon 1200D kit 18-55mm IS (4,8 jutaan), DSLR paling basic dari Canon penerus 1000D dan 1100D, ukuran cukup kecil dan ringan. Sensor 18 MP, 9 titik fokus dan bisa full HD video. Rekomendasi kami : Disarankan khususnya bagi anda yang mencari kamera DSLR termurah yang mudah dipakai dan hasilnya oke.
- Nikon D3300 kit 18-55mm VR (5 jutaan), DSLR paling basic dari Nikon, sudah 24 MP tanpa low pass filter, ada 11 titik fokus, lensa kit berukuran kecil. Rekomendasi kami : Disarankan, khususnya bagi anda yang mencari kamera murah dengan hasil foto terbaik di kelasnya.
- Sony A3500 kit 18-50mm (4,5 jutaan), kamera mirrorless dengan bentuk seperti DSLR, lensa kit minus penstabil getar dan auto fokusnya deteksi kontras. Rekomendasi kami : Kurang disarankan, kalau ingin bentuk seperti DSLR sekalian saja beli kamera DSLR.
- Canon EOS M10 kit 15-45mm IS STM (5,2 jutaan), kamera mirrorless paling basic dari Canon, layar sentuh dan bisa dilipat serta sudah hybrid AF. Rekomendasi kami : Disarankan bila mencari mirrorless termurah dengan sensor APS-C.
- Nikon 1 J5 kit 10-30mm VR (5,1 jutaan), kamera mirrorless yang kecil karena pakai sensor 1 inci. Ukuran sensor 1 inci termasuk kecil dan kualitas fotonya dibawah kamera lain dengan sensor yang lebih besar. Rekomendasi kami : Kurang disarankan kecuali memang sedang mencari kamera kecil yang kualitas hasil fotonya lebih baik daripada kamera saku biasa.
Favorit kami :
dari semua kamera yang ada di kisaran 4-6 juta rupiah, di kubu DSLR Nikon D3300 jadi favorit kami karena kamera ini berhasil jadi produk yang hasil fotonya oke dan kinerja baik tanpa harus jadi terlalu mahal. Sensornya 24 MP tanpa low pass filter, auto fokus yang bisa diandalkan, dan fitur lain cukup lengkap. Di kubu mirrorless Canon EOS M10 menjadi favorit kami dengan hasil foto sebaik kamera DSLR, auto fokus hybrid yang cepat dan akurat serta layar sentuh dan lipat.
Harga 6-8 juta rupiah
Rentang harga 6-8 juta rupiah adalah rentang harga yang populer, biasanya orang mencari kamera yang murah tapi bukan yang termurah. Di kisaran ini pilihannya mulai bervariasi, dari basic mirrorless hingga DSLR pemula yang lebih lengkap fiturnya, seperti :
- Canon EOS M3 kit 18-55mm IS STM (6,6 jutaan), kamera mirrorless Canon yang dibekali fitur cukup lengkap seperti flash hot shoe, layar lipat dan layar sentuh. Auto fokusnya sudah cepat berkat hybrid AF dan sensornya sudah 24 MP. Rekomendasi kami : Disarankan bila mencari mirrorless 6 jutaan yang lengkap, walau belum ada jendela bidiknya.
- Sony A5000 kit 16-50mm OSS (6 juta), kamera mirrorless basic dengan sensor 20 MP dan layar lipat. Rekomendasi kami : Kurang disarankan, karena sudah ada penerusnya yang lebih baik auto fokusnya yaitu A5100.
- Nikon D5300 kit 18-55mm VR (7 juta), DSLR yang handal dan terjangkau, hasil fotonya sangat baik, auto fokus 39 titik dan ada GPS juga. Rekomendasi kami : Disarankan, walau sudah ada penerusnya yaitu D5500 tapi D5300 tetap menang dalam hal value for money.
- Canon 700D kit 18-55mm IS STM (7,2 jutaan), DSLR Canon yang oke buat foto atau video, sudah hybrid AF saat live view/video, ada fitur wireless flash dan layar sentuh. Rekomendasi kami : Disarankan, tetapi 700D adalah kamera terakhir Canon dengan sensor lawas 18 MP (mulai di 750D sensornya 24 MP) dan ini perlu jadi bahan pertimbangan anda juga.
- Canon 100D kit 18-55mm IS STM (7,9 jutaan), satu lagi DSLR Canon di kisaran 6-8 juta, namun dengan ciri ukuran yang kecil (100D adalah DSLR terkecil yang pernah ada) dan secara spesifikasi mirip dengan 700D (tapi 100D tidak ada wireless flash). Rekomendasi kami : Hanya disarankan kalau mencari DSLR kecil, tapi kalau bukan karena itu lebih baik ambil Canon 700D atau 750D.
- Fuji X-M1 kit 16-50mm OIS (7 jutaan) atau Fuji X-A2 kit 16-50mm OIS (8 juta), kedua kamera mirrorless ini sepintas mirip, bedanya X-A2 adalah penerus X-A1 jadi masih termasuk baru dan harganya agak terlalu tinggi. Bedanya dengan seri X-M adalah soal teknologi sensor, dimana X-A pakai sensor Bayer seperti kamera lain pada umumnya, dan X-M pakai sensor X-Trans seperti di Fuji lain yang lebih elit. Kedua kamera ini mengisi segmen terbawah di jajaran kamera mirrorless Fuji dengan ciri punya flash hot shoe namun tidak ada jendela bidik. Rekomendasi kami : diantara keduanya X-M1 lebih menarik karena sensornya X-Trans dan harganya sudah turun, tapi mungkin di berbagai toko stoknya sudah jarang. X-A2 lebih disarankan untuk generasi muda yang suka selfie atau mencari kamera dengan banyak pilihan warna.
- Lumix GF8 kit 12-32mm OIS (7,3 jutaan), kamera mirrorless seri basic dari Panasonic dengan ciri layar sentuh dan lipat untuk selfie, sensor Micro 4/3 16 MP dan banyak pilihan warna. Lensa kit untuk GF8 termasuk kecil dan cukup wide. Rekomendasi kami : sebenarnya kamera ini cukup menarik untuk pemula, tapi kamera ini juga menjadi bukti kalau kamera mirrorless basic memang umumnya harganya berkisar di 7 jutaan, sehingga harus bersaing dengan EOS M3 yang lebih murah atau bahkan kamera DSLR.
Favorit kami :
Untuk harga 6-8 juta rupiah, kamera DSLR punya value for money lebih tinggi dibanding kamera mirrorless. Disini DSLR seperti Nikon D5300sudah punya fitur lumayan mantap seperti sensor 24 MP tanpa low pass filter, pakai 39 titik AF, kinerja cepat, jendela bidik optik dan banyak lagi. Namun bila dilihat opsi di kubu mirrorless, Canon EOS M3 paling menarik karena dengan harga 6,6 jutaan kamera ini termasuk sangat value, sensornya yang juga sudah 24 MP, auto fokus hybrid, ada flash hot shoe dan layar sentuh. Untuk kebutuhan jendela bidik di EOS M3 masih dimungkinkan bila memasang aksesori tambahan.
Harga 8-10 juta rupiah
Kisaran harga 8-10 juta rupiah biasanya jadi batas psikologis seseorang dalam mencari kamera yang terjangkau namun berkualitas. Di kisaran ini anda bisa menemui DSLR pemula generasi terkini, atau kamera mirrorless yang sudah lebih lengkap fiturnya. Beberapa pilihan di segmen ini diantaranya :
- Sony A5100 kit 16-50mm OSS (8,5 jutaan), adalah kamera penerus Sony A5000 yang diberi kemampuan sensor dan auto fokus setara A6000. Layarnya bisa disentuh (jarang ada kamera Sony yang touchscreen), bisa dilipat untuk selfie. Rekomendasi kami : Disarankan, tapi anda yang perlu jendela bidik atau pasang flash eksternal, lebih cocok memilih A6000.
- Sony A6000 kit 16-50mm OSS (9,9 jutaan), kamera mirrorless Sony yang populer, fitur lengkap dan kinerja tinggi dengan harga dibawah 10 juta membuatnya disukai banyak orang. Rekomendasi kami : Disarankan, khususnya anda yang mencari kamera yang oke untuk aksi cepat.
- Samsung NX500 kit 16-50mm OIS (harga bervariasi 8-9 jutaan), kamera mirrorless penerus NX300 yang bisa disejajarkan dengan Sony A5100, walau Samsung lebih unggul dalam beberapa hal seperti sensor 28 MP, layar Amoled, dan video 4K. Rekomendasi kami : kurang disarankan karena masa depan Samsung tidak jelas di dunia fotografi, kurang aman untuk investasi jangka panjang.
- Canon 750D kit 18-55mm IS STM (9,4 jutaan, atau 8,5 juta bodi saja), generasi pertama Canon di dunia DSLR dengan sensor 24 MP dan 19 titik fokus, selebihnya masih mirip dengan 700D. Rekomendasi kami : pada dasarnya 700D lebih value, tapi bila anda mencari sensor 24 MP dari Canon pemula inilah jawaban yang tepat.
- Canon 760D bodi saja (9,4 jutaan), satu-satunya produk tanggung di DSLR Canon, seperti persilangan kamera pemula dan menengah, dengan LCD kecil diatas, dua roda kendali dan fitur-fitur tambahan lain membuatnya cukup mahal. Rekomendasi kami : hanya dipilih jika anda perlu fitur pembeda dari 750D, namun bila cuma perlu sensor 24 MP atau 19 titik fokusnya saja maka 750D lebih value dibanding 760D.
- Nikon D5500 kit 18-55mm VR (8,5 jutaan), DSLR penerus Nikon D5300 yang akhirnya dilengkapi layar sentuh, dengan desain bodi yang lebih ringkas dan gripnya lebih enak. Rekomendasi kami : Disarankan, hasil fotonya sangat baik dan bobotnya juga ringan, harga termasuk wajar.
- Olympus EPL7 kit 14-42mm (8 jutaan), kamera mirrorless Pen Lite seri 7 ini tidak banyak beda dengan seri 6 yang diskontinu, bedanya kini layarnya bisa dilipat untuk selfie. Rekomendasi kami : bila anda memang mencari kamera mirrorless 8 jutaan dengan desain klasik, atau perlu kamera yang ada penstabil getar di bodinya, kamera ini bisa dipertimbangkan.
- Panasonic Lumix G7 kit 14-42mm OIS (10,8 jutaan), saat tulisan ini dibuat kamera ini ada promo cashback 2 juta dan membuatnya bisa masuk ke kelompok harga 8-10 juta ini. Kamera mirrorless ala mini DSLR ini fiturnya tergolong lengkap dan menjadi alternatif dari seri GH yang lebih mahal. Rekomendasi kami : dengan harga setelah cashback Lumix G7 jadi sangat value, disarankan untuk anda yang mencari kamera mirrorless diatas kamera basic tapi harga terjangkau.
Favorit kami :
Di kisaran harga 8-10 jutaan uniknya belum ada satupun DSLR kelas menengah yang bisa dipilih. Jadi bila anda mencari DSLR di kisaran harga ini akan mendapat kamera DSLR di kelas pemula atas (upper entry level) generasi terbaru seperti Nikon D5500 atau Canon 750D. Bahkan Canon 760D yang belum bisa dibilang masuk kelas menengah harus ditebus 9 jutaan tanpa lensa. Dalam hal ini opsi mirrorless jadi tampak lebih menarik karena ada Sony A6000 yang punya fitur oke, auto fokus cepat, jendela bidik dan kinerja mengesankan dengan 11 fps yang dijual di kisaran 10 juta kurang. Mirrorless lain yang auto fokusnya tidak sehandal Sony juga jadi terasa kurang menarik walaupun punya fitur lain yang tak kalah bagus. Namun bila ditanya DSLR apa yang kami sarankan di segmen harga 8-10 juta maka bisa dibilang Nikon D5500 atau Canon 750D relatif setara dan sama baiknya.
Harga 10-15 juta rupiah
Di kisaran harga 10-15 juta terjadi persaingan gila-gilaan antar produsen. Karena di rentang harga ini fotografer hobi hingga amatir mulai menentukan pilihannya, bermacam produk DSLR dan kamera mirrorless kelas menengah banyak sekali dijual di kisaran harga ini. Misalnya :
Kamera DSLR
- Canon 70D (13 jutaan bodi saja) – Secara fitur, 70D cukup lengkap sebagai kamera DSLR semi-pro. sistem autofokusnya sudah baik (19 titik warisan 7D), punya wi-fi, autofokus live view cepat, tapi belum bisa tracking subjek bergerak. Rekomendasi: Saat ini, 70D sudah diperbaharui menjadi 80D, tapi mungkin masih tersedia di pasaran dengan harga yang lebih murah.
- Canon 80D (14,2 juta bodi saja) – Kamera DSLR yang lebih baru dari 70D, dengan sistem autofokus yang lebih baik, headphone jack untuk videografi, sensor baru 24MP. Rekomendasi: Canon 80D adalah kamera DSLR yang versatile dan kaya fitur. Bagus untuk yang ingin menekuni fotografi secara serius, dan videografi tapi belum membutuhkan resolusi 4K.
- Nikon D7200 kit 18-105mm VR (15,8 jutaan) – Kamera ini memiliki kualitas gambar yang baik sekali dan ketajaman yang tinggi berkat sensor APS-C 24MP tanpa filter AA. Punya dua slot untuk memory card. Dibandingkan 70/80D, D7200 layarnya tidak bisa diputar dan tidak bisa touchscreen. Autofokus saat live view masih mengandalkan contrast detect, jadi masih lambat. Rekomendasi: Kamera ini bagus bagi yang konsentrasinya lebih ke fotografi konvensional (melihat melalui jendela bidik) daripada live view, juga bagi yang tidak terlalu mementingkan kemudahan auto fokus saat merekam video.
Kamera mirrorless
- Sony A6300 (15 juta bodi saja) – Kamera mirrorless bersensor APS-C merupakan yang tercepat di kisaran 15 juta. Kelebihannya terletak di sensor APS-C 24MP, video 4K, kecepatan autofokus hybrid dan kecepatan foto berturut-turut yang cepat dengan ukuran yang relatif compact. Rekomendasi: Disarankan bagi yang mencari kamera yang berukuran relatif compact dengan kinerja foto dan video yang bagus.
- Sony A7 (15 juta bodi saja) – Kamera mirrorless full frame pertama yang harganya saat ini paling terjangkau. Punya resolusi 24MP dan bobotnya cukup ringan. Rekomendasi: Disarankan bagi yang mencari kamera bersensor full frame dengan body yang amat ringkas dan terjangkau harganya.
- Fujifilm X-E2S kit XF 18-55mm OIS (13,5 jutaan) – Kamera mirrorless yang berukuran ringkas dengan desain rangefinder dan pengaturan ala kamera film.
- Fujifilm X-T1 (15,9 jutaan bodi saja) – Kamera mirrorless ini memiliki gaya desain retro seperti kamera film/analog jaman dahulu. Kekuatannya di kualitas lensa dan simulasi film yang dapat memberikan hasil foto seperti menyerupai film.
- Fujifilm X-T10 kit XF 18-55mm OIS (15,9 jutaan) – Mirip dengan X-T1, hanya saja fitur dan desainnya agak dikurangi supaya harga tidak terlalu mahal. – Disarankan untuk yang mencari kamera Fuji dengan fitur yang lengkap tapi tidak terlalu mahal.
- Olympus OMD EM10 II kit 14-42mm EZ (13 jutaan) – Kamera ini paling compact dibandingkan dengan kamera OMD lainnya. Sudah dilengkapi dengan fitur-fitur canggih seperti 5 axis stabilization, silent shutter, touchscreen. Disarankan bagi yang mencari kamera yang compact, mudah digunakan dengan hasil foto yang natural langsung dari kamera.
- Olympus OMD EM5 II (15,4 jutaan bodi saja) – Kamera foto yang terkenal karena sistem 5 axis stabilization yang efektif,weathershield, bagus untuk foto dan video. Punya fitur High Res mode 40 MP. Disarankan untuk fotografer serius yang butuh kamera berfitur lengkap dengan weathershield dan fitur video yang bagus juga.
- Panasonic GX85 kit 14-42mm OIS (11,5 juta) – Dengan fitur video 4K, Dual IS – 5 Axis stabilization (body dan lensa), ukuran sistem yang compact dan harga yang sesuai, GX85 adalah kamera hybrid yang berkualitas untuk foto sekaligus video. GX85 mengunakan sensor tanpa filter AA dan mekanik shutter baru yang 90% lebih halus sehingga memaksimalkan ketajaman foto. Rekomendasi : disarankan untuk yang mencari kamera yang handal untuk merekam kegiatan/travel baik foto maupun video.
- Panasonic GX8 (15,5 jutaan bodi saja) – Juga punya fitur video 4K, dan weathershield, dan viewfindernya bisa diarahkan ke atas. Namun stabilizationnya hanya 4 axis. Sayangnya, GX8 memiliki masalah shutter shock, saat dipakaikan ke lensa tertentu dan rentang shutter tertentu, getaran shutter akan membuat foto sedikit buram. Rekomendasi : Disarankan untuk mencari kamera yang weathershieldyang tangguh untuk segala medan.
Semua kamera di rentang harga 10-15 juta kami nilai sudah cukup baik untuk pemula ataupun penghobi fotografi serius, tapi tentunya kita punya favorit juga.
Favorit kami untuk rentang harga 10-15 juta adalah kamera mirrorless Panasonic GX85, kamera ini memiliki fitur-fitur untuk foto dan video yang mutakhir untuk enthusiasts dengan ukuran sistem kamera dan lensa yang ringkas dan harga yang tidak terlalu tinggi.
Sony A6300 – Kamera ini merupakan kamera mirrorless yang memiliki autofokus paling mutakhir, mampu mengikuti subjek yang bergerak cepat saat foto dan video. Walau sepintas fisik luarnya mirip A6000 tapi peningkatan di kekuatan bodi dan fitur lumayan banyak. Untuk videonya pun sudah dapat merekam video 4K, dan kualitas gambarnya sudah lebih baik dari Sony A6000.
Favorit kami di kamera DSLR yaitu Canon 80D, yang memiliki fitur yang membantu dalam memotret seperti layar putar dan sentuh, kecepatan autofokus live view yang cepat dan kualitas gambar yang cukup mumpuni.
Harga 16-20 juta rupiah
Rentang harga 16-20 juta merupakan teritori fotografer yang lebih serius dan mencari kualitas atau kinerja tanpa kompromi, dan umumnya harga yang dibayar adalah untuk bodi kamera saja (tanpa lensa). Setiap pilihan biasanya punya kelebihan khusus yang spesifik (niche) dan pilihan atas setiap produk semestinya didasarkan atas kebutuhan khusus itu, seperti misalnya :
- Nikon D610 – Kamera full frame 24 MP yang cukup ringkas dan terjangkau. Disarankan untuk yang ingin upgrade dari kamera bersensor APS-C tapi tidak ingin mengeluarkan dana terlalu banyak. Rekomendasi: Boleh mempertimbangkan Nikon D750 dengan harga yang tidak terpaut jauh tapi dengan desain fisik, dan fitur yang lebih baik.
- Canon 6D – Sama dengan Nikon D610, 6D adalah pilihan termurah bagi yang mencari kamera DSLR bersensor fullframe. Dibanding D610, 6D masih dibawah dalam sistem autofokus, fitur dan kualitas gambar.
- Canon 7D mk II – Kamera bersensor APS-C dengan casing magnesium alloy. Kamera ini disarankan bagi yang membutuhkan kamera yang tangguh dan cepat, dirancang untuk kebutuhan fotojurnalisme dan foto satwa liar di kondisi lapangan yang sulit.
- Olympus PEN F – Adalah kamera dengan desain klasik tapi dalamnya modern, banyak yang bisa dikustomisasi. Punya stabilizer di body, layar touchscreen, layar putar, efek film warna dan monokrom. Disarankan untuk yang menyukai desain kamera klasik tapi teknologinya mutakhir. [Review Olympus PEN F]
- Olympus OMD EM-1 – Kamera Olympus yang ditujukan untuk profesional. Memiliki grip yang cukup besar sehingga seimbnag dengan lensa panjang, punya stabilizer di body dan weathershield. Saat dipasang dengan lensa DSLR Olympus dengan adaptor khusus, autofokusnya tetap cepat karena punya on sensor phase detection.
- Panasonic GH4 – Kamera Panasonic untuk profesional yang sangat populer di kalangan videografer karena kualitas videonya sudah 4K dan sangat tajam.
Di kelas harga 16-20 juta ini tidak lagi bisa dipilihkan satu produk terbaik karena semua pilihan punya kekhususan sendiri seperti Canon 7D untuk aksi dan ketangguhan, Lumix GH4 untuk video dsb, hanya saja disini kami tertarik pada Olympus PEN F yang punya banyak inovasi baru dan bentuk kameranya yang keren, walau memang secara kualitas hasil foto secara teknis sulit menyamai kamera lain dengan sensor lebih besar di kisaran harga yang sama.
Harga diatas 20 juta rupiah
Hampir sama dengan kamera yang dijual di kisaran 16-20 juta rupiah, kamera yang dijual lebih dari 20 juta juga biasanya pakai sensor full frame, kameranya juga punya kelebihan khusus atau memang punya fitur yang sangat banyak, selain tentunya memberikan impresi tersendiri bagi pemiliknya (baca : menaikkan gengsi). Tidak ada rekomendasi khusus untuk kamera di kisaran harga ini karena calon pembelinya tentu sudah mempersiapkan pilihan sesuai kebutuhannya. Tidak semua produsen punya pilihan kamera dengan harga jual diatas 20 juta, dari pantauan kami kamera diatas 20 juta dihiasi oleh :
- Sony dengan Sony A7 II, Sony A7S, Sony A7R, Sony A7R II dan Sony A7S II
- Canon dengan berbagai DSLR kelas pro seperti Canon 1DX II, Canon 5D mk III dan Canon 5DSR
- Nikon dengan berbagai DSLR kelas pro juga seperti Nikon D810, Nikon D5, Nikon D500 (DX), Nikon D750, Nikon Df
- Pentax dengan sensor full frame yaitu Pentax K1
- Fujifilm dengan kamera sensor APS-C kasta tertinggi yaitu Fuji XPRO-2
Sumber : http://www.infofotografi.com/blog/rekomendasi-kamera-digital/









